I, We have only you left

Aku belum siap kehilanganmu
Kami belum siap
takkan pernah siap

Aku masih ingat hari kami bertiga kehilangan ayah
dan mama kehilangan suami

tgl 21 Februari 2000
Rumah sakit telepon, katanya kita harus ada di Rumah Sakit
jam 6.30 pagi kita berangkat ke Rumah Sakit
aku tau itu pertanda buruk
Jantungku berdegup kencang
Sampai aku sendiri bisa mendengarnya tanpa bantuan stetoskop
Aku berdiri di sisi kiri papa
Aku lihat di layar degup jantungnya melemah
terus turun
Sampai menjadi garis lurus

Aku ingat aku menangis
Bukan hanya air mata
aku menjerit
Jerit tangis yang membuat lorong rumah sakit menjadi riuh
Tenagaku hilang bahkan untuk menopang tubuhku sendiri

Sekarang aku harus mendengar mama sakit
gejala stroke
Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini?
Air mataku belum kering Tuhan…

Aku belum siap menjadi pengganti orang tua untuk kedua adikku
Aku merasa tak siap
Terlalu berat menjadi anak pertama
Terlalu berat terlahir sebagai manusia yang merasa memegang tanggung jawab
Seaindainya aku terlahir dengan sifat dasar yang mementingkan diri sendiri

Kita memang tak akur seperti seharusnya ibu dan anak perempuannya
Tapi di lubuk hati terdalam, aku menyayangimu
Cepat sembuh ma…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: