Serpihan

Ternyata retakannya semakin parah
Seperti akan menjadi serpihan
Entah bahan & komposisi apa lagi yg bisa merekatkannya lagi
Tidak akan semulus waktu pertama kali
Tapi setidaknya menjaga bentuknya tidak berubah

Beberapa serpihan mulai tertiup angin
Harus kukumpulkan sendirian kah?
Atau hanya menatap serpihan hilang di pelupuk mata tertiup angin

Ingin sekali kuperbaiki
Tapi segalanya tak pernah menjadi mudah
Justru jalan yang satu lagi semakin mulus saja
Tak kuharapkan jalan yang terlalu mudah juga
Tapi tidak membuat jalannya semakin berat pula

Salah waktu kah untuk memperbaikinya?
Atau memang waktu itu tak pernah ada?
Atau waktu itu ada tapi hati yang berkeras?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: