Teman sukses, bangga. Teman gagal….?

“Aku temannya si Anu” sambil menyebutkan nama seseorang yang berhasil dengan senyum sumringah dan wajah bersinar.

Bangga? ya tentu saja bangga menjadi temannya si Anu.

Apakah kebanggaan itu karena kita turut berbahagia teman kita menjadi orang yang berhasil ataukah sifat egois kita yang bangga karena kita yang “sukses” menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang sukses. Dengan kata lain ukuran kesuksesan sebenarnya di diri kita sendiri, yang berhasil menjadi orang yang “sukses” kenal & berteman dengan seseorang yang akhirnya bisa berhasil dalam hidupnya entah dalam perjuangan sendiri ataukah bantuan si “teman” bukan karena kita (baca :teman) sebagai orang yang sungguh-sungguh berbahagia atas keberhasilannya.

Bagaimana apabila teman yang kita miliki gagal, tidak sukses, atau apalah kata lain yang sepadan untuk menunjukkan dia bukan kategori orang yang sukses, apakah kita bangga menjadi temannya mengumumkan ke orang-orang bahwa kita adalah teman dari orang yang gagal itu dan bersedia menolong atau setidaknya ada untuk dia?

Teman disebut teman bila dia ada di saat tersulit bukan di saat bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: