Sex and the City

Oscar de la Renta, Carolina Herrera, Christian Dior, Manolo Blahnik.

Yup Carrie Bradshaw tipikal wanita yang sangat melek mode.

Tapi dia punya cita-cita untuk memakai pakaian yang dipakai di perkawinannya bersama Mr. Big adalah pakaian yang tak bermerk. Hanya blazer putih sederhana tapi menjadi indah karena esensi pernikahan itu sendiri. Esensi pernikahan yang diinginkan adalah bukan menunjukkan mode ke para undangan tapi momen ketika mereka mengikrarkan diri untuk hidup bersama dalam suka & duka meskipun akhirnya dia mengalah pada godaan atas gaun yang begitu indah yang dihadiahkan perancang Vivienne Westwood. Begitupun ketika Mr. BIG tidak begitu perhatian pada perintilan atas rencana pesta pernikahan mereka meskipun dia sangat perhatian kepada Carrie dengan menyiapkan lemari khusus di apartemen mereka bersama karena dia sangat mengerti Carrie mempunyai koleksi segudang yang berhubungan dengan mode. Karena Mr. BIG kira-kira ngomong begini “I only want you to be my wife” dia pun tak keberatan menikah hanya di City Hall sekalipun. Film yang membuat kita jadi merenung lagi esensi pernikahan dan hubungan.

Charlotte kehidupannya yang paling “aman” yang akhirnya bisa hamil setelah mengadopsi anak China yang dinamai Lily dan akhirnya bayi mungil itupun dinamai “Rose”. Ternyata di USA dikenal juga “anak pancingan “ya…

Samantha yang “dibeli” oleh pacarnya yang ganteng, bintang film terkenal, perhatian sama dia pun akhirnya tak menemukan kebahagiaan karena segala keduniawian itu.

Love concords all and forgive. Kira-kira seperti ini sih gambaran drama layar lebar Sex & the City.

Ketika Mr BIG tiba-tiba membatalkan pernikahannya dengan Carrie beberapa saat sebelum ikrar dikumandangkan. Perihnya terasa sampai ke hati, gw sampai nangis karena emosi Carrie berasa banget bahkan 2 teman yang duduk di samping pun sampai sesenggukan dan langsung cari tissue di tasnya. Bagaimana emosi Carrie saat turun dari mobil dan menuju Mr BIG sambil emosi antara kecewa dan marah yang berbaur “I know you will gonna do this” dan bucket bunga yang indah itu pun dipukul secara membabi buta ke arah Mr. BIG ketika mobil mereka berpapasan di jalan dan berceceran lah bunga itu seperti kepingan hati Carrie yang hancur karena malu, kecewa & sedih.

Begitupun dengan asisten Carrie yang dia cari sesaat setelah dia berpisah dari Mr BIG. Louis Sang asisten itu pun sedang mencari cinta sampai gantungan kuncinya pun tertulis “love” setelah dia patah hati berpisah dari sang kekasih karena kekasihnya menganggapnya bukan “the one”.

Begitupun Miranda yang kehidupan sexnya parah sekali tapi justru dia satu-satunya yang tak menganggap itu parah. Bagaimana acara “make love” dengan Steve sang suami yang sudah 6 bulan tak “bertemu” berakhir begitu saja. Akhirnya Steve pun mencari kompensasi atas kebutuhan biologisnya dengan seorang wanita dan kemudian merasa menyesal. Bahkan untuk melakukan pengakuan karena menunjukkan dia menyesal pun Steve dilakukan dengan gemetar karena dia sendiri tak menyangka bisa mengkhianati wanita hebatnya. Dan akibatnya tentu saja Miranda kecewa, diikuti dengan perpisahan mereka meskipun Steve telah minta maaf. No sex dengan perempuan manapun, tak bertemu dengan perempuan manapun dilakukan Steve untuk menunjukkan penyesalannya.

Setelah sekian lama Carrie berusaha mengubur bayang-bayang tentang Mr. BIG akhirnya mereka pun menikah. Tidak di gedung mewah tapi di gedung Balai Kota saja dan tidak disertai gaun rancangan perancang ternama tapi dengan pakaian berupa 1 celana panjang dan 1 potong blazer putih tanpa merk. esensi kebahagiaan bukan dari materi keduniawian tapi hati itu sendiri.

Ever thine
Ever mine
Ever ours

dibisikkan Mr. Big ketika akhirnya mereka jadi menikah di City Hall. Maknanya terasa begitu dalam dibandingkan ketika sepenggal puisi ini dibacakan Carrie ketika membaca puisi ini di dalam kamar ketika membaca puisi2 cinta orang-orang terkenal. Ya karena momentnya pas bange jadi terasa begitu dalam.

Louis pun akhirnya bertemu Will sang mantan pacar yang mendepaknya karena alasan bukan “the one”. Dan merefleksi pada diri masing-masing bahwa mereka saling mencintai dan akhirnya mereka memutuskan untuk bersatu.

Miranda yang akhirnya mendengar kata hatinya sendiri setelah teman-temannya menyemangati untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Miranda pun bertanya apa yang ada dalam hatinya untuk Steve. Akhirnya Miranda & Steve ikut konseling dan memutuskan untuk mengubur masa lalu dan meneruskan hidup mereka. Karena kekuatan cinta bisa memaafkan dan mengalahkan segala keangkuhan.

Advertisements

One Response

  1. Nice Blog
    Please join at Komunitas Indonesia on http://www.indonesian.co.nr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: