Dirgahayu Indonesia

Sementara anak-anak yang sudah terdoktrin dengan gaya hidup minum kopi Starbucks supaya dibilang keren dibandingkan melestarikan bandrek yang khas Indonesia

Sementara anak-anak yang uangnya tanggung bisa lebih bangga predikat dah jalan-jalan ke Singapore, Malaysia dan negara sekitarnya dibandingkan dengan wisata di Indonesia sendiri yang sebenarnya indah luar biasa tapi kayanya kurang bangga aja kalo ngomong “abis jalan-jalan ke Padang nih” dibanding ngomong “abis jalan-jalan ke Singapore nih” yang notabene gak punya pantai yang indah tapi ngeruk pasir Indonesia dan Malaysia yang dihinggapi orang-orang Indonesia yang lebih bangga berfoto di Petronas dibandingkan ke Monas.

Terlepas dari infrastruktur yang memang kurang memadai di Indonesia tapi orang Indonesia sendiri pun gak punya jiwa Indonesia. Jangan cuma bisa cari duitnya di Indonesia tapi jiwanya juga Indonesia dong. Dan orang Indonesia sendiri pun juga harus bisa menjaga identitas Indonesia sendiri di luar jadi nama Indonesia juga gak lebih rusak lagi. Bayangin aja bisa-bisanya hotel di Singapura melarang manusia yang mempunyai identitas sebagai orang Indonesia untuk bermalam di hotelnya, tarif hotel di Samosir lebih mahal untuk orang Indonesia sendiri dibanding orang “luar ” dengan alasan orang Indonesia tuh rusuh-ribet-gak hemat pake air-dll.

Gak usah mengejar kosakata “modern” dengan menghindari bandrek dan beralih ke starbucks

Gak usah mengejar kosakata “modern” dengan malu mengenal & bermain angklung sementara orang asing sendiri mau membeli tiket pertunjukan dan mengundang saung mang udjo yang keren banget itu

Gak usah mengejar “modern” dengan sibuk memenuhi cap paspor dan sibuk cerita gimana bentuknya Menara Petronas di Malaysia, Sentosa Island di Singapore sementara gak tau bentuknya Danau Toba di Sumatera Utara, Pantai Air Manis di Sumatera Barat, 3 gili di Lombok, birunya pesisir selatan Bali.

Karena arti modern bukan secetek itu

Kalo cerita gimana indahnya Eropa sih lain lagi, karakter geografis dan keindahannya berbeda.

Bukan untuk menghindari pengaruh luar tapi lebih komplit kan kalo bisa megang gitar Ibanez tapi bisa main angklung juga, bisa ngomong panjang lebar tentang & jeprat-jepret di Petronas atas nama keren karena di Luar Negeri tapi gak pernah mau ke Danau Toba di Sumatera Utara, jam gadang di Sumatera Barat atau menara khatulistiwa di Pontianak atau Monas di Jakarta, menikmati sofa empuk di Starbucks tapi juga bisa merasakan saung dengan bandrek atau kebiasaan gw sebutir kelapa muda, gak cuma bisa pake gaun tapi juga punya songket atau batik dan kebaya.

Indonesia… banyak manusia terlahir di tanahmu, darah para wanita yang melahirkan mereka tertumpah di tanahmu tapi kenapa banyak yang kehilangan orientasi apa arti tanah ini bagi mereka selain hanya tempat mengeruk uang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: