Jajanan Sehat?

Jangan tanya lagi kegemaran makan makanan khas Indonesia. Tahu gejrot, es cendol, kembang tahu, dll.

Hari minggu kemarin, ada tukang kembang tahu lewat. Gak pernah bisa menolak jajanan yang satu ini. Dengan bahan dasar kedelai, dengan komposisi kuah memakai jahe, gula merah dan daun pandan. Segar dan sehat.

Setelah habis satu mangkok baru berasa panasnya di area mulut. Seharusnya jahe terasa hangat, bukan panas. Aroma jahenya pun tak melintas atau setidaknya rasa hangat yang cenderung panas tidak sepadan dengan selayaknya melintas aroma jahe.

Jadilah gw punya pikiran jelek, apa jangan-jangan panas kuah jahe bukan dari jahe tapi dari balsem?
Ya perlu penulusuran lebih lanjut memang tapi gara-gara lagi banyaknya terkuak jajanan tak sehat jadilah pikiran buruk berslewiran di otak. Bukan untuk melakukan penghakiman kepada si penjual jajanan tapi lebih kepada tindakan preventif untuk kesehatan diri sendiri.

Bayangkan ada krupuk setan yang dinamai setan karena dahsyat pedasnya dan ternyata setelah ditelusuri ternyata pedas yang cenderung panas tersebut didapat dari balsam yang dicampur di adonan kerupuk.
Ada lagi es cincau yang didapat dari perasaan sari daun cincau ternyata dicampur bedak keong atau bedak dingin supaya adonan cincau lebih cepat padat sehingga cepat dijual.
Cendol yang ditambah pewarna textil supaya warna lebih menarik dibanding cendol yang tidak ditambah pewarna.
Kuah gula di es campur yang berwarna merah ternyata memakai pewarna textil berwarna merah supaya warna merahnya lebih ngjreng.
Es balok campuran berbagai minuman dingin ternyata diambil dari air ciliwung. yeakssss………

Jadi jajanan mana yang layak lagi untuk dimakan sementara untuk memakannya kita harus meneliti lebih lanjut dari bentuk, warna. Padahal kita beli makanan kan untuk dikonsumsi langsung bukan untuk diteliti lebih lanjut dulu.

Bagaimana dengan penjaja es cincau, cendol, dan jajanan lain yang tidak “nakal”? Apakah mereka harus menanggung kehilangan pelanggan seperti gw yang jadi takut banget beli jajanan “abang-abang” yang telah jadi konsumen setia bahkan sebelum gw belajar a-b-c-d karena ulah penjaja nakal?

Penjaja yang nakal sebenarnya merusak pangsa pasarnya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: