I am an open water diver now

Kalo ngeliat gambar makhluk2 bawah air, rasanya pengen berada di sekitar mereka, meskipun ga megang tapi bias liat dari dekat.

Birunya laut, warna warni terumbu karang, warna warni binatang laut apapun namanya mereka dengan berbagai macam bentuknya yang kadang menakjubkan sampai yang pengen bikin ketawa dan ketakutan.

“Ke deep extreme Indonesia 2010 yuk…liat2, skalian ntar daftar diving” kata temanku.

Hah? Ok kita liat2 dan gw nemenin, tapi untuk daftar, hmmmm im not sure.

“Deep Extreme Indonesia 2011 yuk…liat2.

“ok hayo”

Keliling setiap sudut ruang pameran, ngiler berat liat gambar2nya makhluk laut, khususnya di booth Derawan… bikin ngencessssss!!!!!!!!

Lewat booth2 yang menawarkan kursus diving, ada satu tempat kursus yang menawarkan untuk daftar nama aja dulu dengan promosi kalo dah daftarin nama nanti bisa dapat diskon dari paket 3,6 juga jadi 3juta “saja”. Ok lah, ga ada ruginya juga, toh hanya daftar nama dan ga setor duit sepeserpun lagipula tempat kursus ini sudah standar Internasional.

Akhirnya sukses tidak hanya mendaftarkan nama tapi juga mendaftarakan diri.

Dan duduklah kami dengan manisnya di kelas teori tanggal 25 Juni 2011 dan kelas kolam di cilandak tanggal 26 Juni 2011.

Meskpiun begitu berupayanya untuk tenang ternyata tidak mudah membuat diri tenang di kedalaman air dari 1.5m ke 2.5 m dan kemudian 4m hanya dengan mengandalkan satu selang untuk alat pernafasan. Bukan awal yang baik. Syarat untuk belajar diving yaitu merasa nyaman di dalam air tidak terpenuhi, dada sesak, sukar sekali bernafas, semua pengaruh stress trauma masa lalu tenggelam dan kaget dengan situasi di dalam air dengan tekanan air yang membuat kuping sakit, tekanan air yang membuat badan ga nyaman. Nyerah deh, dah hampir berfikir bayar kursusnya aja dan kemudian kabur!!!!!

Dan instrukturnya mau ngulang kelas kolam untuk saya seorang dengan alasan kalo ga diulang, saya ga mungkin diikutin ujian praktek di perairan terbuka. Ya pastinya, karena peraturan umum bahwa tiap diver harus bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan tidak membahayakan diver lain sementara kalau waktu itu instrukturnya langsung ok aja ngirim gw ke ujian open water, alamat ngerepotin diri sendiri, instruktur dan murid lain.

Penasaran dengan ego diri sendiri “kalau orang lain bisa, gue juga harus bisa” alhasil, tanggal 30 Juni 2011 dimana semua orang kantoran sibuk bekerja, terpaksa ambil cuti ½ hari untuk ambil kelas kolam private alias berdua aja sama instructor.Kebayang dong gimana parahnya diriku saat itu.

Untungnya di kolam 2.5m aja berhubung kolam 4m nya baru diisi kaporit dengan pemikiran kalau lagi latihan dan kemudian terjadi apa2, masih lebih gampang naik ke atas di banding kalau kita di kedalaman 4m meskipun itu pemikiran yang amat amat sangat sangat salah karena kalau ada apa2 sebenarnya tidak diperbolehkan naik ke permukaan secra tiba2.

Dan dari seluruh basic skill yang dipelajari di dalam air, yang paling ga nyaman adalah mask clearing karena paling ga nyaman harus buka masker dan pasang lagi di dalam air dengan konsekuensi mata perih dan ketakutan menghirup udara dari hidung meskipun hal yang paling penting untuk seorang penyelam adalah pernafasan sehingga logikanya harus lebih takut saat latihan sharing regulator.

“ok, kamu bisa ke sepa sabtu ini” kata instrukturku.

Akhirnya….. perjuanganku sampai harus cuti ½ hari tak sia2.

Berangkat dari pier 19 jam 7 pagi (itu jadwalnya, prakteknya sih jam 9an) tiba di Sepa jam 11.00 WIB langsung melakukan penyelaman pertama. Haizzzz…. Padahal dah ngebayangin makan di pinggir pantai aja. Buset dehhh, jadwal pertama aja dah disuruh terjun giant stride dari dermaga yang lumayan tinggi. Untungnya pas giliran gw koq asistennya nyuruh turun ke tingkatan yang lebih rendah hanya sekitar ½ m meskipun harus loncat juga.

OK semua berhasil giant stride dan sekarang siap untuk menyelam. Eh instrukturnya ngomong ke murid yang lain “ kalian ntar dulu ya, saya sama dia dulu (sambil nunjuk saya), karena yang ini rada susah” walahhhh…… Tapi ntah kenapa disitu perasaan ketakutan yang menggila waktu di kolam koq bisa sirna dan akhirnya instrukturnya berani meneruskan penyelaman tanpa kawalan khusus untuk diriku. Latihan mask clearing lagi, latihan sharing regulator lagi sebelum akhirnya masuk ke perairan lebih dalam yaitu 10m-an.

Gak berapa lama,(atau mungkin tak terasa lama?), kita makan siang…. Wah nikmatnya meskipun mungkin buat orang lain rasa makanannya biasa banget tapi berhubung dah kelaperan berat jadi rasanya istimewa banget. Lalu istirahat sambil ngobrol2 sebelum penyelaman berikutnya. Sekarang kita naik boat menuju titik penyelaman yang entahlah apa namanya , ga konsen untuk nanya2 nama tempatnya karena lebih konsen mikirin teori2 yang sudah dipelajari. Tempatnya sudah di tengah2 antar pulau tapi di titik itu perairannya cetek dan ternyata banyak boat yang nganterin wisatawan untuk snorkeling. Di penyelaman ke-2 latihan back roll dari boat trus pakai BCD di atas permukaan laut lalu berenang ke tempat cetek yang dipake buat snorkeling sambil dengerin instruksi dari instruktur. Kita turun satu2 tanpa bantuan tambang alias bener2 harus bisa ngontrol kemampuan decending, dan….. gagal!!! Mereka smua sudah turun jauh sementara gw masih ngambang, kirain dah turun tapi koq kepala masih berasa dingin2 udara. Waktu mendongak ke atas ternyata ga turun 1 meter pun….Asisten instrukturnya memberi kode untuk turun dan cuma ngasih kode tangan “bagaimana?” Akhirnya ditambahlah berat di belt 1 blok, entah ½ kg atau 1kg dan sukeslah badan ini turun dan mengejar yang lain.

Karena gw posisinya paling belakang jadi selain semua berenang dempat2, ketendang fins orang lain, juga hampir kena tabung orang lain belum lagi kuping yang sakit kaya mo pecah yang ada hubungannya dengan flu dan ada hubungannya dengan usaha ear stabilizing akhirnya kuputuskan untuk berada di depan yang lain aja. Belum tau esensi dari diving, ingetnya waktu snorkeling aja yang keliling sana sini akhirnya sukses lah gw melesat di depan seperti kejuaran berenang tingkat olimpiade dan meninggalkan yang lain. Setelah penyelaman ke-dua berakhir, instrukturnya mengingatkan kalau diving itu harusnya menikmati keindahan bawah laut jadi kalau ketemu makhluk atau apapun yang bagus, baiknya dinikmati dulu keindahannya bukannya kebut2an. Upss…

OK, selesai sudah hari pertama dengan 2 x penyelaman yang sukses, sukses disini artinya gw ga membuat susah orang lain dengan paniknya gw dang w bisa mengendalikan rasa cemas dan ketakutan diri sendiri.

Makan malam masih berasa nikmat deh, mungkin karena capek meskipun aslinya ga berasa capek seperti ketika kita berenang dengan jarak yang sama.

Pas mau tidur koq berasa idung sebelah kiri aneh, ternyata darah kering…. Dulu waktu kecil memang sering mimisan tapi ga nyangka ini ada hubungan dengan dengan diving. Toh gw tetap menginformasikan ke instruktur bahwa spertinya hidung gw berdarah waktu penyelaman ke-2 dan sialnya sehari sebelum berangkat ke Sepa tiba2 kena flu parah banget sampai susah banget mau ear stabilizer karena kuping sakit banget kaya mo pecah yang belakangan gw tau antara flu dan hidung berdarah ada hubungannya.

Hari ke-dua untuk penyelaman ke-3 dan 4 harusnya di point yang sudah ditentukan oleh instruktur sehari sebelumnya karena spot itu katanya ok tapi ternyata hujan tak mengijinkan kami. Tak ada jalan lain selain harus sabar menunggu dan beroda semoga hujannya berhenti. Memang akhirnya berhenti tapi rencana ketemu lumba2 gagal berhubung airnya jadi rada butek dan katanya lumba2 ga suka air butek. Meskipun kita tetap ke spot itu tapi ga mengharapkan ketemu lumba2, disitu gw latihan back roll dengan peraltan lengkap dan kami turun sampai 15m (yayy…. Ga berasa deh dah sampai 15m aja, asli) dari rencana sekitar 18m berhubung kuping saya dah kaya mo pecah dan daripada ngurusin kuping yag kenapa2 mending di level aman aja deh. Gw dah bilang ke instruktur kalau kira2 pada mau turun lebih dalam lagi gak apa2, saya di sekitar 15 aja sm asistennya tapi kayanya doi gam au kalao misah2. Di kedalaman ini aja dah ketemu lion fish, bat fish, brain coral, pastinya clown fish dan ikan2 serta coral2 yang entah apa namanya. Lagi-lagi hidung gw berdarah, instruktur hanya membei sinyal ada sesuatu di dalam maske di bagian idung dan saya harus mask clearing, gw kasih sinyal “ga usah deh”. sekitar 1m sebelum permukaaan air, masker gw dibuka sedikiti untuk diisi air oleh instruktur setelah sebelumnya diberi aba2. Kaget! Saya Tanya kenapa, doi cuma bilang “itu ada sesuatu yang harus dibersihin” dalam otak mikir “apaan tuh, upil apa …? Dan temen saya nyeplos “idung lo berdarah tuh” oh… ternyata instrukturnya ga mau bikin gw panik karena dia liat dari kelas pertama sepertinya gw orangnya panikan tapi karena memang saya sudah sadar sejak diving ke-2 sudah berdarah jadi ga kaget.

Setelah diving ke-3 kami istirahat untuk dilanjutkan dengan penyelaman ke-4 di area jetty dengan kedalaman 12m. Visibility nya asli jelek banget, mungkin karena dekat sekali dengan pulau jadi bener2 burem dan karangnya juga ga banyak, cuma stone fish dan bulu babi yang semuanya beracun. Tapi disini intinya adalah foto2, jadi meskipun fotonya pas2an yang penting ada kenangan di ujian perairan terbuka.

Lanjut snorkeling sebentar tapi malesnya buanyak banget bulu babi di situ yang bisa tiba2 naik ke permukaan air pula… wah mending udahan dan mandi aja deh…

Dan akhirnya…. Gw dinyatakan lulus. Amien….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: